Operasi Hernia Menggunakan BPJS Kesehatan

Halo semuanya. Sudah lama blog ini tidak ditengok bahkan sudah sampai lumutan bertahun-tahun. :)

Well, kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya saat mengurus administrasi untuk operasi hernia menggunakan BPJS Kesehatan.

Mendengar kata BPJS Kesehatan mungkin sebagian dari kita akan pesimis duluan. Kekhawatiran akan mendapat perlakuan kurang menyenangkan biasanya menjadi ketakutan kita. Tenang, tidak selalu demikian kok kenyataannya. Optimis saja ya.

Pada bulan Maret 2016 lalu, ayah saya menjalani operasi hernia menggunakan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Bedah Medimas Cirebon.

Begini proses mengurus administrasinya :

Persiapan dokumen :

1. Fotokopi KTP, bawa aslinya juga.

2. Fotokopi Kartu Keluarga

3. Fotokopi kartu BPJS Kesehatan, bawa aslinya juga.

4. Bukti pembayaran iuran BPJS yang terakhir(situational)

5. Fotokopi surat rujukan dari Faskes Tingkat I

 

Proses :

1. Kita harus terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan yang aktif

Ayah saya menjadi peserta BPJS Kesehatan sejak tahun 2014 waktu awal-awal program BPJS Kesehatan mulai diadakan. Berarti kepesertaan sudah hampir 2 tahun dan iuran selalu dibayar tiap bulannya.

2. Datangi Faskes Tingkat I

Lihat di kartu peserta BPJS Kesehatan. Disana tertera Faskes Tingkat I sesuai wilayah tempat tinggal kita. Fasilitan Kesehatan Tingkat I dalam hal ini adalah Puskesmas.

Karena tinggal di Kecamatan Talun, maka awalnya mendatangi Puskesmas Talun. Saya sebelumnya tidak membaca info Faskes di kartu BPJS Kesehatan. Ternyata setelah konsultasi dengan dokter disana, wilayah desa saya untuk Faskes Tingkat I bukan di Puskesmas Talun melainkan di Puskesmas Ciperna. Oh my :D

Di Puskesmas, kita sampaikan bahwa ingin dibuatkan rujukan ke rumah sakit menggunakan BPJS Kesehatan. Nanti disana akan diperiksa terlebih dahulu dan akan dibuatkan surat rujukan ke rumah sakit sesuai indikasi penyakitnya. Waktu itu dari pihak Puskesmas menanyakan ingin dirujuk ke rumah sakit mana, kita sendiri yang menentukan mau dimana. Karena ayah saya ingin operasi, maka saya memilih RS Bedah Medimas.

Di puskesmas kita diminta fotokopi KTP, fotokopi BPJS Kesehatan, fotokopi Kartu Keluarga. Pada saat itu saya membayar iuran BPJS Kesehatan hari Jumat tanggal 4 Maret 2016 dan datang ke Puskesmas hari Sabtu tanggal 5 Maret 2016. Ketika pihak Puskesmas mengecek status kartu BPJS Kesehatan milik ayah saya ternyata pembayaran belum tercatat dalam database BPJS Kesehatan. Mungkin karena saya baru 1 hari membayar sehingga datanya belum terupdate. Jadi oleh pihak Puskesmas diminta perlihatkan bukti pembayaran iuran tersebut, saya kasih lihat bukti transfernya. Saya membayar iuran melalui ATM BRI. Itulah mengapa bukti pembayaran iuran BPJS Kesehatan yang terakhir menjadi diperlukan. Untuk jaga-jaga kalau pembayaran kita belum terupdate database BPJS Kesehatan.

Setelah mendapatkan surat rujukan dari Puskesmas, jangan lupa untuk difotokopi. Fotokopi surat rujukan ini harus dibawa saat nanti kontrol pasca operasi.

3. Datangi rumah sakit sesuai surat rujukan

Selesai dari Puskesmas, kami(saya dan ayah) langsung menuju rumah sakit. Saat itu sekitar pukul 11. Datangi bagian front office dan sampaikan maksud kita. Saat itu dokumen yang dibawa adalah surat rujukan, fotokopi kartu keluarga, fotokopi kartu BPJS Kesehatan, fotokopi KTP. Semuanya saya masukkan dalam map cokelat.

Di rumah sakit, petugas minta ditunjukkan kartu asli BPJS Kesehatan. Setelah dokumen diperiksa dan lengkap maka kita akan diberikan kartu berobat dari RS Bedah Medimas dan diminta untuk antri menunggu giliran bertemu dokter bedah.

Sekitar 1 jam nama ayah saya dipanggil, tentunya saya ikut masuk ke ruang dokter. Setelah diperiksa, dokter langsung menanyakan kapan tindakan operasi mau dilaksanakan. Bahkan jika pasien siap maka bisa saja operasi dilakukan pada malam harinya. Asalkan pasien puasa dulu, saya lupa berapa jam puasa sebelum operasi.

Berhubung ayah saya belum siap, jadi memilih operasi dilaksanakan pada hari Senin tanggal 7 Maret 2016 pagi jam 06.00.

4. Senin 7 Maret 2016.

Kami berangkat dari rumah pukul 05.00 supaya tidak terlambat. Sampai rumah sakit pukul 05:30. Langsung mendatangi ruang IGD. Di sana semua dokumen sudah dipersiapkan. Saya menadatangani surat persetujuan tindakan operasi. Setelah itu ayah saya langsung diantar ke ruang operasi.

5. Kamar Kelas I

Operasi berlangsung sekitar 30 menit. Setelah itu Ayah saya dipindahkan ke kamar rawat inap.

Ayah saya mengikuti BPJS Kesehatan untuk kamar kelas I dan benar-benar mendapatkan kamar kelas I. Kamar yang bersih dan rapi. Dalam satu ruangan terbagi 2 kamar tidur yang terpisah oleh dinding kamar mandi. Jadi kamar mandi dipakai bersama.

6. Administrasi lanjutan BPJS Kesehatan

Kalau tidak salah, pada Senin siang 7 Maret 2016 petugas rumah sakit datang ke ruangan rawat inap untuk konfirmasi ulang persyaratan-persyaratan BPJS Kesehatan. Saat itu saya tunjukkan kartu asli BPJS Kesehatan dan menandatangani formulir. Saya juga menyerahkan bukti transfer pembayaran iuran BPJS Kesehatan yang terakhir sebagai bukti bahwa tidak memiliki tunggakan iuran.

7. Masa Rawat Inap

Rawat inap berlangsung selama 2 hari, yaitu tanggal 7 sampai dengan 8 Maret 2016. Menurut dokter, ayah saya sudah boleh pulang pada tanggal 8 Maret 2016 sore hari.

8. Mengurus administrasi kepulangan

Saya mendatangi bagian keuangan untuk menginformasikan bahwa ayah saya sudah mendapatkan ijin pulang. Di bagian keuangan ditanyakan apakah saya menggunakan BPJS Kesehatan. Setelah dicek tidak ada kelebihan biaya dan oleh bagian keuangan dipersilahkan untuk pulang.

 

Kesimpulan :

Biaya operasi hernia 100% ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Tidak ada proses yang dipersulit oleh pihak manapun sejak awal sampai selesai. Terima kasih kepada Puskesmas Ciperna dan Rumah Sakit Bedah Medimas yang telah memberikan pelayanan dengan sangat baik.

No comments yet.

Leave a Reply

Keriput adalah garis-garis kebijaksanaan :-)