<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Queen of Pantura &#187; Pemikiran</title>
	<atom:link href="http://lisdiana.web.id/category/pemikiran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lisdiana.web.id</link>
	<description>Lisdiana</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Aug 2017 06:50:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.6.1</generator>
		<item>
		<title>Perjuangan Membuat SIM C</title>
		<link>http://lisdiana.web.id/perjuangan-membuat-sim-c/</link>
		<comments>http://lisdiana.web.id/perjuangan-membuat-sim-c/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2016 14:59:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Queen Pantura</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lisdiana.web.id/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Ahh&#8230; ngapain sih lu bolak-balik mulu polres tiap Sabtu? kiyengan temen. Bikin SIM dibantu aja biar cepet.&#8221;. Kalimat itu yang selalu terdengar ketika teman berkomentar tentang aktivitas baruku di hari Sabtu dalam dua bulan terakhir ini. Yup tiap Sabtu ke Polres untuk mengikuti proses ujian SIM. Sebenarnya sudah punya SIM tapi tanpa sadar expired hampir 1 tahun. [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lisdiana.web.id/wp-content/uploads/2016/09/sim-sensor.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-383" alt="sim sensor" src="http://lisdiana.web.id/wp-content/uploads/2016/09/sim-sensor-300x185.jpg" width="300" height="185" /></a></p>
<p>&#8220;Ahh&#8230; ngapain sih lu bolak-balik mulu polres tiap Sabtu? <em>kiyengan temen. </em>Bikin SIM dibantu aja biar cepet.&#8221;.</p>
<p>Kalimat itu yang selalu terdengar ketika teman berkomentar tentang aktivitas baruku di hari Sabtu dalam dua bulan terakhir ini. Yup tiap Sabtu ke Polres untuk mengikuti proses ujian SIM. Sebenarnya sudah punya SIM tapi tanpa sadar expired hampir 1 tahun. OMG <img src='http://lisdiana.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebagai makhluk idealis aku merasa perlu membuktikan pada semuanya bahwa bisa kok melewati birokrasi negara tercinta tanpa &#8220;bantuan&#8221;.</p>
<p>Yahh.. walaupun sampai saat ini belum berhasil tapi aku takkan menyerah. Aku nikmati prosesnya. Rasa sedih saat nilai ujian teori hanya benar 16 dari 30 soal, kemudian bahagia karena naik menjadi 19 soal dan akhirnya 21 soal sebagai <em>passing grade</em> kelululusan uji teori.</p>
<p>Menikmati saat deg-degan menghadapi ujian praktek. Gemes-gemes seru ketika tidak bisa melewati rintangan zig-zag <em>rubber cone </em>atau parahnya sudah berhasil sampai rintangan berbentuk angka delapan tiba-tiba braaakkk.. pijakan bonceng sebelah kiri belum ditutup dan menabrak patok-patok bambu. Ya ampun Emaaakkk&#8230; rasanya gak bisa diungkapkan dengan kata-kata.</p>
<p>Selama mengikuti ujian praktek sebanyak 3 kali belum seorangpun dari total peserta yang berhasil lulus, yes berarti ini bukan faktor skill buruk tapi faktor grogi juga berperan. Entah grogi atau apa itu namanya, <em>feel </em>nya beda ketika kita sedang ujian dengan naik motor biasa di jalan raya.</p>
<p>Boleh lah kita merasa jago di jalan, tapi lo belum keren kalo belum berhasil lewatin itu rintangan praktek uji SIM. Aku juga merasa &#8220;Busyet kok muter-muter gitu doang gagal mulu ya&#8221;.</p>
<p>Heran kenapa Pak Polisi yang mencontohkan ujian praktek SIM selalu berhasil mulus. Apa rahasianya Pak? jangan-jangan Pak Polisi pakai sepatu anti gravitasi? kok kakinya gak pernah napak tanah kayak kita-kita yang jadi peserta?</p>
<p>Aku ikut ujian SIM dengan persiapan penuh. Segala macam <em>try out </em>aku ikuti. Mulai dari download soal-soal teori uji SIM sampai membuat barisan ember di halaman pengganti rintangan <em>rubber cone. </em>Tetangga yang melihatku muter-muter di halaman sampai heran setengah takjub <img src='http://lisdiana.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <em><br />
</em></p>
<p>But yeah masih belum berhasil.</p>
<p>Sabtu ini aku akan coba lagi. Prosesnya mengulang dari awal, teori kemudian praktek. Semoga kali ini ujian teori langsung berhasil dan tidak perlu mengulang nilai 16, 19, 21. Dan yang terpenting adalah berhasil melewati semua rintangan<em> </em>di lapangan praktek.</p>
<p>Wish me luck. <img src='http://lisdiana.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Update :</p>
<p>Gagal maning &#8211; gagal maning Son. Berarti sampai saat ini sudah 3 kali gagal mengikuti ujian SIM. It means gagal di ujian praktek sebanyak 3 kesempatan  x 3 = 9 kali.</p>
<p>Kapan coba lagi? entah, rasanya setengah bosan tiap weekend harus ke Polres dan muter-muter <em>rubber cone</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Update :</p>
<p>Pada hari ini Senin, 07 Agustus 2017 saya berhasil mendapatkan SIM C yang selama hampir satu tahun saya perjuangkan. Jujur saya kibarkan bendera putih jika harus mengulang lagi ujian praktek. Rasanya 9 kali kegagalan sudah cukup menjawab saya penasaran saya.<br />
Pada akhirnya saya menyerah dan minta bantuan.</p>
<p>Moral of story :<br />
Perjuangkan dulu keinginan kita sebaik mungkin, coba dan coba lagi. Sekalipun pada akhirnya menyerah, paling tidak kita punya kenangan yang bisa diceritakan kepada anak cucu kelak. &#8220;Nak, Cu, nenekmu ini dulu pernah bikin SIM C gagal prakter sebanyak 9 kali&#8221; <img src='http://lisdiana.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lisdiana.web.id/perjuangan-membuat-sim-c/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengurus Kehilangan STNK</title>
		<link>http://lisdiana.web.id/mengurus-kehilangan-stnk/</link>
		<comments>http://lisdiana.web.id/mengurus-kehilangan-stnk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2016 11:45:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Queen Pantura</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[hilang stnk]]></category>
		<category><![CDATA[stnk]]></category>
		<category><![CDATA[stnk hilang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lisdiana.web.id/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini saya akan share pengalaman mengurus kehilangan STNK untuk lokasi Kota Cirebon. Ceritanya malam itu dapat undangan wedding dari Pak Bos Ndut Agus Saputra. Berhubung di undangan hanya 2 jam, 18.00 &#8211; 20.00 jadi lah terburu-buru. Jam 19.00 posisi masih di Talun, sedangkan butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke lokasi hajatan Kesambi. [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini saya akan share pengalaman mengurus kehilangan STNK untuk lokasi Kota Cirebon.</p>
<p>Ceritanya malam itu dapat undangan wedding dari Pak Bos Ndut Agus Saputra. Berhubung di undangan hanya 2 jam, 18.00 &#8211; 20.00 jadi lah terburu-buru. Jam 19.00 posisi masih di Talun, sedangkan butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke lokasi hajatan Kesambi.</p>
<p>STNK langsung saya masukkan ke saku celana tanpa membawa dompet saking terburu-buru.</p>
<p>Pulang kondangan STNK di saku sudah 404 not found <img src='http://lisdiana.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Well, begini proses mengurusnya :</p>
<p>1. Buat surat kehilangan dari kepolisian.</p>
<p>Berhubung tempat tinggal saya di Kabupaten Cirebon, jadi mengurus langsung ke Polres Cirebon. Sekalian waktu itu saya daftar SIM baru yang kelewat expired. FYI sampai detik ini saya belum berhasil lulus bikin SIM <img src='http://lisdiana.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Biaya : tidak ada biaya.</p>
<p>2. Buat iklan di media cetak dan televisi/radio.</p>
<p>Kebetulan motor saya beli second dari seseorang yang berdomisili di Kota Cirebon. Jadi saya mengikuti aturan dari samsat kota Cirebon. Persyaratan dari samsat kota adalah 2 media cetak dan 1 televisi/radio. Saya datang ke kantor Radar Cirebon untuk membuat tiga iklan kehilangan, 2 media cetak (Radar Cirebon dan Rakyat Cirebon) dan 1 televisi (Radar Cirebon Televisi).</p>
<p>Biaya : paket 3 media Rp 65.000</p>
<p>3. Datang ke samsat untuk cek fisik kendaraan.</p>
<p>Datangi loket cek fisik. Lokasi di dekat parkir motor, kantor samsat bagian belakang. Nanti akan diberikan semacam kertas kecil untuk digosok ke nomor mesin.</p>
<p>Dokumen yang diperlukan :</p>
<p>- Surat kehilangan dari kepolisian.</p>
<p>- Kuitansi iklan kehilangan+kliping iklan dari media cetak.</p>
<p>- BPKB fotokopi dan Asli.</p>
<p>Biaya : tidak ada biaya, tapi saya dan orang-orang memberi ke bapak yang bantu cek fisik Rp 10.000.</p>
<p>Kertas hasil cek fisik dibawa lagi ke loket cek fisik. Nanti dokumen kita akan dikembalikan semua.</p>
<p>4. Surat Keterangan dari Min Lantas</p>
<p>Bawa semua dokumen dari samsat ke Polres Cirebon Kota ke bagian Min Lantas.</p>
<p>Biaya : administrasi Rp 20.000</p>
<p>5. Surat Keterangan dari Reskrim</p>
<p>Masih di Polres Cirebon Kota, datangilah bagian Reskrim. Posisi kantor paling belakang polres Cirebon Kota.</p>
<p>Biaya : tidak ada biaya.</p>
<p>6. Surat Keterangan dari Laka Lantas</p>
<p>Bawa semua dokumen dari samsat ke bagian laka lantas. Kantornya ada di Polsek Lemahwungkuk, dekat Cirebon Waterland ex Taman Ade Irma. Bagian Laka ada di lantai dua.</p>
<p>Biaya : tidak ada biaya.</p>
<p>7. Datang kembali ke Samsat</p>
<p>Datangi bagian pendaftaran dengan membawa semua dokumen. Nanti akan diberikan form pengisian, disana kita mengisi identitas kendaraan kita. Disana juga akan diberika form ceklis untuk persyaratan-persyaratan yang sudah kita bawa.</p>
<p>Biaya : Cetak STNK Rp 75.000</p>
<p>Berhubung saya tidak memiliki KTP asli dari pemilik yang tertera dalam BPKB, entah saya tidak mengenal pemilik sebelumnya maka ada tambahan biaya Rp 100.000.</p>
<p>Kebetulan sekali bulan depan waktunya saya bayar pajak tahunan dan ganti plat nomor 5 tahunan. Jadi saat mengurus kehilangan STNK saya sekaligus membayar pajak. Saya datang sekitar jam 9 pagi dan sudah selesai jam 11.30 dengan STNK dan plat nomor baru. Yeayyy finally <img src='http://lisdiana.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ternyata tidak ribet mengurus sendiri. Asal kita ikuti prosedur dan bertanyalah pada orang yang tepat, maksudnya bertanya langsung sama Pak Polisi yang bertugas disana bagaimana prosedur yang benar. Pede aja ngurus sendiri tanpa calo.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lisdiana.web.id/mengurus-kehilangan-stnk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Operasi Hernia Menggunakan BPJS Kesehatan</title>
		<link>http://lisdiana.web.id/operasi-hernia-menggunakan-bpjs-kesehatan/</link>
		<comments>http://lisdiana.web.id/operasi-hernia-menggunakan-bpjs-kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2016 11:38:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Queen Pantura</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lisdiana.web.id/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Halo semuanya. Sudah lama blog ini tidak ditengok bahkan sudah sampai lumutan bertahun-tahun. Well, kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya saat mengurus administrasi untuk operasi hernia menggunakan BPJS Kesehatan. Mendengar kata BPJS Kesehatan mungkin sebagian dari kita akan pesimis duluan. Kekhawatiran akan mendapat perlakuan kurang menyenangkan biasanya menjadi ketakutan kita. Tenang, tidak selalu demikian [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Halo semuanya. Sudah lama blog ini tidak ditengok bahkan sudah sampai lumutan bertahun-tahun. <img src='http://lisdiana.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Well, kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya saat mengurus administrasi untuk operasi hernia menggunakan BPJS Kesehatan.</p>
<p>Mendengar kata BPJS Kesehatan mungkin sebagian dari kita akan pesimis duluan. Kekhawatiran akan mendapat perlakuan kurang menyenangkan biasanya menjadi ketakutan kita. Tenang, tidak selalu demikian kok kenyataannya. Optimis saja ya.</p>
<p>Pada bulan Maret 2016 lalu, ayah saya menjalani operasi hernia menggunakan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Bedah Medimas Cirebon.</p>
<p>Begini proses mengurus administrasinya :</p>
<p>Persiapan dokumen :</p>
<p>1. Fotokopi KTP, bawa aslinya juga.</p>
<p>2. Fotokopi Kartu Keluarga</p>
<p>3. Fotokopi kartu BPJS Kesehatan, bawa aslinya juga.</p>
<p>4. Bukti pembayaran iuran BPJS yang terakhir(situational)</p>
<p>5. Fotokopi surat rujukan dari Faskes Tingkat I</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Proses :</p>
<p>1. Kita harus terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan yang aktif</p>
<p>Ayah saya menjadi peserta BPJS Kesehatan sejak tahun 2014 waktu awal-awal program BPJS Kesehatan mulai diadakan. Berarti kepesertaan sudah hampir 2 tahun dan iuran selalu dibayar tiap bulannya.</p>
<p>2. Datangi Faskes Tingkat I</p>
<p>Lihat di kartu peserta BPJS Kesehatan. Disana tertera Faskes Tingkat I sesuai wilayah tempat tinggal kita. Fasilitan Kesehatan Tingkat I dalam hal ini adalah Puskesmas.</p>
<p>Karena tinggal di Kecamatan Talun, maka awalnya mendatangi Puskesmas Talun. Saya sebelumnya tidak membaca info Faskes di kartu BPJS Kesehatan. Ternyata setelah konsultasi dengan dokter disana, wilayah desa saya untuk Faskes Tingkat I bukan di Puskesmas Talun melainkan di Puskesmas Ciperna. Oh my <img src='http://lisdiana.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Di Puskesmas, kita sampaikan bahwa ingin dibuatkan rujukan ke rumah sakit menggunakan BPJS Kesehatan. Nanti disana akan diperiksa terlebih dahulu dan akan dibuatkan surat rujukan ke rumah sakit sesuai indikasi penyakitnya. Waktu itu dari pihak Puskesmas menanyakan ingin dirujuk ke rumah sakit mana, kita sendiri yang menentukan mau dimana. Karena ayah saya ingin operasi, maka saya memilih RS Bedah Medimas.</p>
<p>Di puskesmas kita diminta fotokopi KTP, fotokopi BPJS Kesehatan, fotokopi Kartu Keluarga. Pada saat itu saya membayar iuran BPJS Kesehatan hari Jumat tanggal 4 Maret 2016 dan datang ke Puskesmas hari Sabtu tanggal 5 Maret 2016. Ketika pihak Puskesmas mengecek status kartu BPJS Kesehatan milik ayah saya ternyata pembayaran belum tercatat dalam database BPJS Kesehatan. Mungkin karena saya baru 1 hari membayar sehingga datanya belum terupdate. Jadi oleh pihak Puskesmas diminta perlihatkan bukti pembayaran iuran tersebut, saya kasih lihat bukti transfernya. Saya membayar iuran melalui ATM BRI. Itulah mengapa bukti pembayaran iuran BPJS Kesehatan yang terakhir menjadi diperlukan. Untuk jaga-jaga kalau pembayaran kita belum terupdate database BPJS Kesehatan.</p>
<p>Setelah mendapatkan surat rujukan dari Puskesmas, jangan lupa untuk difotokopi. Fotokopi surat rujukan ini harus dibawa saat nanti kontrol pasca operasi.</p>
<p>3. Datangi rumah sakit sesuai surat rujukan</p>
<p>Selesai dari Puskesmas, kami(saya dan ayah) langsung menuju rumah sakit. Saat itu sekitar pukul 11. Datangi bagian front office dan sampaikan maksud kita. Saat itu dokumen yang dibawa adalah surat rujukan, fotokopi kartu keluarga, fotokopi kartu BPJS Kesehatan, fotokopi KTP. Semuanya saya masukkan dalam map cokelat.</p>
<p>Di rumah sakit, petugas minta ditunjukkan kartu asli BPJS Kesehatan. Setelah dokumen diperiksa dan lengkap maka kita akan diberikan kartu berobat dari RS Bedah Medimas dan diminta untuk antri menunggu giliran bertemu dokter bedah.</p>
<p>Sekitar 1 jam nama ayah saya dipanggil, tentunya saya ikut masuk ke ruang dokter. Setelah diperiksa, dokter langsung menanyakan kapan tindakan operasi mau dilaksanakan. Bahkan jika pasien siap maka bisa saja operasi dilakukan pada malam harinya. Asalkan pasien puasa dulu, saya lupa berapa jam puasa sebelum operasi.</p>
<p>Berhubung ayah saya belum siap, jadi memilih operasi dilaksanakan pada hari Senin tanggal 7 Maret 2016 pagi jam 06.00.</p>
<p>4. Senin 7 Maret 2016.</p>
<p>Kami berangkat dari rumah pukul 05.00 supaya tidak terlambat. Sampai rumah sakit pukul 05:30. Langsung mendatangi ruang IGD. Di sana semua dokumen sudah dipersiapkan. Saya menadatangani surat persetujuan tindakan operasi. Setelah itu ayah saya langsung diantar ke ruang operasi.</p>
<p>5. Kamar Kelas I</p>
<p>Operasi berlangsung sekitar 30 menit. Setelah itu Ayah saya dipindahkan ke kamar rawat inap.</p>
<p>Ayah saya mengikuti BPJS Kesehatan untuk kamar kelas I dan benar-benar mendapatkan kamar kelas I. Kamar yang bersih dan rapi. Dalam satu ruangan terbagi 2 kamar tidur yang terpisah oleh dinding kamar mandi. Jadi kamar mandi dipakai bersama.</p>
<p>6. Administrasi lanjutan BPJS Kesehatan</p>
<p>Kalau tidak salah, pada Senin siang 7 Maret 2016 petugas rumah sakit datang ke ruangan rawat inap untuk konfirmasi ulang persyaratan-persyaratan BPJS Kesehatan. Saat itu saya tunjukkan kartu asli BPJS Kesehatan dan menandatangani formulir. Saya juga menyerahkan bukti transfer pembayaran iuran BPJS Kesehatan yang terakhir sebagai bukti bahwa tidak memiliki tunggakan iuran.</p>
<p>7. Masa Rawat Inap</p>
<p>Rawat inap berlangsung selama 2 hari, yaitu tanggal 7 sampai dengan 8 Maret 2016. Menurut dokter, ayah saya sudah boleh pulang pada tanggal 8 Maret 2016 sore hari.</p>
<p>8. Mengurus administrasi kepulangan</p>
<p>Saya mendatangi bagian keuangan untuk menginformasikan bahwa ayah saya sudah mendapatkan ijin pulang. Di bagian keuangan ditanyakan apakah saya menggunakan BPJS Kesehatan. Setelah dicek tidak ada kelebihan biaya dan oleh bagian keuangan dipersilahkan untuk pulang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kesimpulan :</p>
<p>Biaya operasi hernia 100% ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Tidak ada proses yang dipersulit oleh pihak manapun sejak awal sampai selesai. Terima kasih kepada Puskesmas Ciperna dan Rumah Sakit Bedah Medimas yang telah memberikan pelayanan dengan sangat baik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lisdiana.web.id/operasi-hernia-menggunakan-bpjs-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
